| Kode: 293954 | Tanggal: 2012/02/01 | Sumber: http://www.alhassanain.com | print |
- Bagaimana dengan pandangan tentang para ulama Syiah yang menyatakan ......
1.Al Mufid –Muhammad bin Nu’man- mengatakan:
Banyak sekali hadits-hadits dari para imam yang membawa petunjuk – a’immatil huda- dari keluarga Nabi Muhammad SAAW bahwa Al Qur’an yang ada bukan lagi asli, juga memuat berita tentang orang-orang zhalim yang menambah dan mengurangi isi Al Qur’an. Lihat Awa’ilul Maqalat hal 91.
2.Abul Hasan Al Amili mengatakan:
Ketahuilah, kebenaran yang disimpulkan dari riwayat mutawatir yang akan dipaparkan kemudian, dan riwayat lain yang tidak kami jelaskan di sini, bahwa Al Qur’an yang ada di tangan kita saat itu, telah mengalami perubahan sepeninggal Rasulullah SAAW. Para penulis Al Qur’an sepeninggal Nabi SAAW telah menghapus banyak ayat dan kata dari ayat Al Qur’an.
Muqaddimah kedua dari tafsir Miraatul Anwar wa Mishkatul Asrar hal 36, dicetak sebagai pengantar bagi Tafsir Al Burhan karya Al Bahrani.
Nyata-nyata menuduh para sahabat telah menghapus banyak ayat Al Qur’an. Nampak sekali bahwa yang tertuduh dalam hal ini adalah Usman bin Affan, yang dikenal sebagai pemrakarsa penulisan Al Qur’an, dan penyatuan bacaan Al Qur’an bagi seluruh kaum muslimin. Ini adalah kesimpulan ulama dari riwayat-riwayat yang dianggapnya mutawatir, jadi tidak lagi mengenal adanya “shahih” atau “dhaif”, karena sebuah kesimpulan hanya mewakili person penyimpulnya. Dengan pernyataan ini kita dapat mengambil kesimpulan juga, bahwa Abu Hasan Al Amili tidak beriman pada Al Qur’an yang ada saat ini. Dia telah kehilangan salah satu rukun iman. [Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un]
3.Ni’matullah Al Jaza’iri
Figur yang satu ini lebih memilih untuk percaya riwayat-riwayat mutawatir menurut versinya daripada Kalam Ilahi yang terhimpun dalam Al Qur’an. Katanya:
Dengan menganggap Al Qur’an yang ada sekarang ini adalah mutawatir dari wahyu ilahi, [artinya diriwayatkan secara mutawatir berasal dari Nabi yang menerima wahyu dari Allah], dan meyakini bahwa Al Qur’an yang ada sekarang ini adalah Al Qur’an yang diturunkan oleh Ruhul Amin [Malaikat Jibril] mengandung konsekwensi penolakan terhadap riwayat yang banyak sekali, bahkan mencapai derajat mutawatir, yang menyatakan bahwa Al Qur’an telah dirubah, isinya, kalimatnya dan I’rabnya. Padahal ulama mazhab kami telah sepakat bahwa riwayat itu valid adanya dan mereka yakin pada isi riwayat itu. Al Anwar An Nu’maniyah jilid 2 hal 357.
Kita lihat seluruh ulama syiah sepakat menerima riwayat yang menggugat Al Qur’an, yang menuduh Al Qur’an kaum muslimin saat ini telah dirubah, dan bukan asli lagi. Ini bukan lagi tuduhan, tetapi pernyataan dari ulama syiah sendiri.
keyakinan di atas mengandung sekian banyak konsekwensi, di antaranya, menganggap kaum muslimin yang berpegang pada Al Qur’an yang ada saat ini adalah sesat, karena berpedoman pada kitab suci yang sudah dirubah oleh “tangan-tangan kotor”.
4. Al Allamah Al Hujjah Sayyid Adnan Al Bahrani
riwayat tak terhitung banyaknya, yang menerangkan bahwa Al Qur’an telah dirubah, sungguh banyak, melebihi derajat mutawatir. Masyariq Asy Syumus Ad Durriyah, hal 126.
5.Sulthan Muhammad Al Khurasani
Mengatakan dalam kitabnya, Tafsir Bayanus Sa’adah fi Maqamatil Ibadah, cet. Muassasah Al A’lami hal 19
6.Begitu juga Husein Nuri Thabrasi, yang getol menyatakan Al Qur’an telah dirubah, sampai-sampai dia menulis sebuah kitab yang diberi judul Fashlul Khitab fi Itsbati Tahrifi Kitabi Rabbil Arbabi [pemutus ucapan, pembuktian bahwa kitab Allah telah dirubah]. Kita simak ucapannya dalam kitab di atas hal. 227 :
Hadits yang memuat hal itu [perubahan Al Qur’an] berjumlah lebih dari 2000 hadits, sejumlah ulama besar menyatakan banyaknya riwayat yang menyatakan hal itu, seperti Al Mufid, Al Muhaqqiq Ad Damad, Majlisi dan lainnya.
7. Muhammad Baqir Al Majlisi
ketika membahas hadits riwayat Hisyam bin Salim dari Abu Abdillah Alaihissalam; Sesungguhnya Al Qur’an yang diturunkan oleh Jibril Alihissalam kepada Muhammad SAAW ada 17000 ayat. Majlisi mengomentari riwayat ini: [riwayat ini] dipercaya, dalam cetakan lain tertulis Hisyam bin Salim di posisi Harun bin Salim. Riwayat ini shahih, seperti sudah diketahui bahwa riwayat ini juga banyak riwayat shahih yang menerangkan dengan jelas bahwa Al Qur’an yang ada saat ini telah dikurangi dan diubah, bagi saya hadits-hadits yang menyatakan perubahan Al Qur’an mencapai derajat mutawatir ma’nawi. Menolak riwayat ini mengharuskan kita untuk menolak seluruh riwayat [hadits Ahlulbait]. Saya kira hadits yang mengatakan hal ini[perubahan Al Qur’an] tidak kalah banyak dari riwayat hadits yang membahas imamah, bagaimana masalah imamah bisa dibuktikan dengan riwayat? Mir’atul Uqul, jilid 12 hal 525.
Ulama kalian, At Thobrosi dalam bukunya Fashlul Khithab menukil
dari perkatan As Sayid Ni’matullah Al Jazairi dari sebagian buku
karangannya sebagaimana ia menceritakan darinya [bahwasanya haditshadits yang menunjukkan hal itu mencapai lebih dari 2000 hadits]. Ulama
kalian, As Sayid Ni’matullah Al Jazairi dalam bukunya “Al Anwar An
Nu’maniyah 2/357” juga mengatakan [Sesungguhnya pendapat yang
menyatakan Al Qur’an terjaga dan terpelihara, menyebabkan ditolaknya haditshadits yang sudah masyhur (mustafidzah) bahkan muatawatir yang Www.Hakekat.Com - Hakekat Tersembunyi Syi'ah Rafidhoh
4
menunjukkan dengan tegas akan terjadinya penyelewengan dalam Al Qur’an.
Padahal para shahabar kami sudah sepakat menyatakan hadits-hadits tersebut
shahih dan benar].
Ulama kalian, Muhammad Shalih Al Mazandarani dalam bukunya
Syarhu Al Kafi 11/76 mengatakan: [Dibuangnya sebagian (isi) Al Qur’an dan
adanya penyelewengan dalam Al Qur’an sudah tegas berdasar hadits-hadits dari
kami yang mencapai derajat mutawatir maknawi. Sebagaimana hal ini juga akan
nampak jelas bagi orang-orang yang memperhatikan buku-buku hadits (di
kalangan Syiah—pent) sejak awal sampai akhir]. Ungkapan-ungkapan yang
semakna dengan ini dalam buku-buku At Tobrosi dan Al Jazairi sangat
banyak sekali.
Ulama kalian, Al Khu’i dalam Al Bayan mengatakan: [Sesungguhnya
banyaknya hadits yang menerangkan telah terjadinya penyelewengan
(pengubahan isi) Al Qur’an menunjukkan secara qath’i (tegas, pasti) bahwa
sebagian hadits ini berasal dari orang-orang yang ma’shum. Tidak mungkin lebih
rendah dari itu, berdasar riwayat-riwayat dari sanad yang mu’tabar…].
Ulama kalian, Muhsin Al-Kasyani dalam Tafsir Ash Shafi ---
mukadimah keenam--- mengatakan: [Kesimpulan yang diambil dari riwayatriwayat dari ahlu bait bahwa Al Qur’an yang ada di hadapan kita tidak sempurna
(lengkap) seperti saat diturunkan oleh Allah Ta’ala kepada Muhammad, bahkan di
antara isinya ada yang bertentangan dengan apa yang diturunkan oleh Allah
Ta’ala. Di antara isinya juga ada yang diubah, diganti…].
Hujah kalian, Al Kulaini dalam bukunya Ushulul Kafi 2/ 134
mengatakan: [Dari Abu Abdilah bahwasanya Al Qur’an yang diturunkan oleh Jibril kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumlah 17.000 ayat]. Ulama kalian, Al Khu’i dalam bukunya Al Bayan halaman 423 mengatakan: [Sesungguhnya tidak seyogyanya diragukan lagi bahwa Ali mempunyai mushaf yang berbeda dengan Al Qur’an yang ada hari ini. Mushaf Ali memuat tambahan-tambahan yang tidak ada dalam Al Qur’an, juga berbeda dalam tata urutan tertib surat]. Demikian juga Al Kulaini dalam bukunya Ushulul Kafi menyebutkan banyak riwayat yang menerangkan Ali mempunyai mushaf yang berbeda dengan Al Qur’an, Ali sendiri yang menyusun mushaf itu.
Ni’matullah Al Jazairi dalam Al Anwar An Nu’maniyah 2/357
menyatakan bahwa orang-orang Syi’ah yang mengingkari pendapat Al Qur’an telah diselewengkan, sebenarnya sedang melakukan taqiyah. Al Jazaairi mengatakan: [Memang, pendapat ini (Al Qur’an telah diselewengkan) diselisihi oleh Al Murtadha, Ash Shaduq, dan Asy Syaikh At Tibrizi, namun yang kuat (dhahir) bahwa perkataan mereka ini untuk meraih banyak
kepentingan/keuntungan…(taqiyah dll—pent)]. Al Jazairi lalu menulis: [Bagaimana tidak demikian, padahal para ulama besar tersebut meriwayatkan dalam buku-buku karangan mereka banyak hadits yang menyatakan terjadinya pengubahan-pengubahan dalam Al Qur’an, bahwasanya ayat ini turun begini
namun dirubah menjadi begitu...]. Ulama syi’ah yang tidak terus terang menyatakan Al Qur’an telah mengalami pengubahan dan penyelewengan, mereka telah menyebutkannya secara tidak terus terang.
[huseinhaidar]
- Assalamu'alaikum wr wb,
@huseinhaidar,
Anda sudah banyak membaca buku yang menurut anda dibuat oleh orang-orang Syiah. Saya hanya menjawab apa yang telah anda tulis di atas dan saya tidak tahu banyak tentang yang anda tuliskan tersebut karena banyak buku-buku baik di kalangan ahlussunnah dan ahlul bait yang diselewengkan oleh orang-orang yang tidak senang dengan Islam. Anda mungkin telah banyak mendapatkan informasi dari buku-buku yang telah anda baca, namun alangkah baiknya anda juga dengan hati yang bersih bisa membaca buku-buku karya semisal kanzl ummal dan bertanya dengan ulama-ulama ahlul bait. Dengan demikian informasi yang anda dapatkan seimbang. Berikut bisa anda lihat di link http://www.abna.ir/data.asp?lang=12&Id=293954 dalam web ini juga. Semoga anda mendapatkan kebaikan ...
Wassalamu'alaikum wr wb [Pejuang Islam]
- @huseinhaidar
Siapapun anda mohon jika ingin menyampaikan sesuatu, sampaikan dengan cara yang baik dan jangan emosional. Sebagai orang Islam sampaikan secara baik dan sabar. Seperti disebutkan dalam surat Al-Ashr (103) 1-3 yg artinya:
1. demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Kalau dilihat dari pendapat anda boleh saja anda tidak setuju dan suka mengenai hal apapun namun sampaikan dengan cara yang baik dan benar. [Jufri Basir]
- Al Quran
Ulama-ulama Syi’ah yang paling menonjol yang berpendapat bahwa Al Quran telah mengalami distorsi adalah: Al-Kulainy, al-Qummy, al-Mufid, ath-Thobarsy, al-Kaasyany, al-Jazairy, al-Majlisy, al-’Amily, al-Khuu’iy, dan masih banyak yang lainnya.
Pertama:
Mari kita mulai dari al-Kulainy pengarang kitab al-Kaafi, kitabnya yang paling terpercaya di kalangan orang-orang Rafidhah. Pengarang berkata dalam jilid II, hal 634, ((Dari Hisyam bin Salim dari Abu Abdillah ‘alaihis salam ia berkata, “Sesungguhnya Al Quran yang dibawa Jibril kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam terdiri dari 17.000 ayat”)). Padahal sepengetahuan kita ayat-ayat Al Quran hanya berjumlah 6.000 ayat lebih sedikit. Riwayat kedua disebutkan dalam (jilid I, hal 228). Riwayat ketiga disebutkan dalam (jilid I, hal 228).
Riwayat keempat disebutkan dalam jilid I, hal 229: ((Dari Abu Bashir, dari Abu Abdillah ia berkata, “Sesungguhnya yang berada di tangan kami adalah mushaf Fathimah. Tahukah kalian apa itu mushaf Fathimah?” Aku bertanya, “Apa itu mushaf Fathimah?” Ia menjawab, “Mushaf Fathimah tebalnya tiga kali lipat Al Quran kalian. Demi Allah tidak ada satu huruf pun dari Al Quran kalian, disebutkan di dalam mushaf Fathimah!”)).
Kedua:
Di antara ulama Rafidhah yang berpendapat bahwa Al Quran telah mengalami distorsi; Ali bin Ibrahim al-Qummy yang berkata dalam tafsirnya (jilid I, hal 36): ((Di dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala (yang artinya): “Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran:110). Berkata Abu Abdillah kepada yang membaca ayat ini, “Umat yang terbaik, lantas membunuh amirul mukminin Hasan dan Husain bin Ali ‘alaihima salam??” Lantas ada yang bertanya, “Bagaimana sebenarnya ayat tersebut diturunkan wahai putra Rasulullah?” Dia menjawab, “Sesungguhnya ayat tersebut diturunkan: (Kalian para imam terbaik yang dilahirkan untuk manusia)”)).
Ketiga:
Ni’matullah al-Jazairy dalam jilid II, hal 363.
Keempat:
Al-Faidl al-Kaasyaany salah seorang ahli tafsir mereka yang tersohor dan pengarang Tafsir ash-Shafy, berkata dalam tafsirnya (jilid I, hal 49), ((Kesimpulan yang dapat diambil dari berita-berita ini dan riwayat-riwayat lainnya yang berasal dari ahlul bait ‘alaihis salam bahwasanya Al Quran yang ada di hadapan kita ini tidaklah sempurna, sebagaimana yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Akan tetapi di dalamnya terdapat hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang diturunkan oleh Allah. Di dalamnya ada yang diubah dan banyak pula yang telah dihapus; seperti nama Ali dari berbagai ayat, lafadz aalu (keluarga) Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, nama-nama kaum munafikin dan hal-hal lainnya. Juga Al Quran tersebut tidak sesuai dengan susunan yang diridhoi oleh Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam)).
Kelima:
Ahmad bin Manshur Ath-Thabarsy dalam kitabnya al-Ihtijaj (jilid I, hal 55) telah menyatakan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala tatkala menceritakan kisah-kisah yang berkenaan dengan dosa-dosa dalam Al Quran, Allah telah menyebutkan secara terang-terangan nama para pelaku dosa tersebut. Akan tetapi para sahabat telah menghapus nama-nama tersebut, jadilah kisah-kisah itu disebutkan tanpa nama-nama pelakunya.
Keenam:
Berkata Muhammad bin Baqir Al Majlisy dalam kitabnya Bihaar al-Anwar (jilid 89, hal 66): ((Bab distorsi dalam ayat-ayat Al Quran, sehingga tidak sesuai lagi dengan apa yang diturunkan oleh Allah)).
Ketujuh:
Muhammad bin Muhammad an-Nu’man yang dijuluki al-Mufid dalam kitabnya Awaail al- Maqaalaat (hal 91).
Kedelapan:
Abul Hasan Al ‘Aamily dalam muqaddimah kedua dari kitab tafsirnya Mira’ah al-Anwar wa Misykaah al-Asraar (hal 36) menyatakan, ((Ketahuilah, sesungguhnya Al Haq yang kita tidak bisa elakkan -berdasarkan kabar-kabar yang mutawatir ini dan lainnya- bahwa Al Quran yang ada di hadapan kita, telah diubah sepeninggal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan sesungguhnya orang-orang yang mendapatkan tugas untuk menyampaikan Al Quran telah menghapus banyak kata-kata dan ayat-ayat)).
Kesembilan:
Abul Qasim al-Khuu’iy (Ulama kontemporer syiah) dalam kitabnya al-Bayan (hal 236).
Dengarlah Adnan al-Waa’il yang memberikan contoh salah satu distorsi yang dialami Al Quran: ((Ketika turun ayat (yang artinya) “Hai para rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu tentang Ali. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu berarti) kamu tidak menyampaikan amanatnya. Allah memelihara kamu dari gangguan manusia.” (QS Al Maaidah: 67)).
[ahmed]
- Jika Syiah berkeyakinan bahwa Al Qur'an tidak mungkin mengalami perubahan, maka hal tersebut adalah baik. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa Al Qur'an yang ada di tangan Kaum Muslimin di seluruh dunia dan juga Syiah (seperti saya baca pada Al Qur'an terbitan Teheran Iran) itu mengikuti kodifikasi atau pembukuan yang dilakukan oleh Khalifah sebelum Khalifah Ali terutama Khalifah Ustman bin Affan. Pertanyaannya adalah mengapa Syiah Imamiyah begitu membenci Khalifah Utsman bin Affan? [Heri Kurniawan]
- Maaf nih ikut nimbrung, kayaknya nih perdebatan klasik tapi menarik juga, yang saya tahu terjadinya perubahan al-qur'an itu hal mustahil, riwayat syi'ah mungkin saja ada tapi hanya riwayat ahad, saya pernah baca dalam rujukan lain bahwa syi'ah seluruhnya sepakat tidak ada perubahan al-qur'an. Jika ada itu hanya riwayat dan bukan ijma ulama syi'ah, jika bersikukuh terhadap adanya perubahan qur'an di syiah, tunjukan scannya qur'an syiah terbitan iran. Tahukah anda jika riwayat perubahan qur'an versi ahlu sunnah itu lebih banyak
1. Dalam Shohih Muslim Kitab Zakat : Dikatakan bahwa Suwaid bin Said memberitahukan kepadaku ttg riwayat berikut: bahwa Ali bin Mishar pernah meriwayatkan dari Dawud dari Abi Harb bin Abil Aswad dari ayahnya: Abu Musa Al-Asyari pernah mengutus seseorang kepada para qori di kota Bashrah. Di kota itu ia menjumpai 300 orang yg sdg membaca alquran, lalu ia berkata Kaliankah yang terpilih sbg juru baca quran di kota Basrah? bacalah! tdk lama lagi hati kalian akan berubah menjadi keras sebagaimana hati org sebelum kalian. Sesungguhnya kami dahulu membaca sebuah surat yang kami kira panjang seperti surat al-baroah, lalu aku lupa, tetapi aku masih ingat dan hafal sebagian yaitu: " Lau kana libni Adama wadiyani min malin labtago wadiyan tsalisan wala yamlau jaufa ibni adama illa turob. Ya ayuhaladzina amanu lima taquluna ma la taf'alun fatuktabu syahadatun fi a'nakikum fatus'alun 'anha yaumal qiyamah
2. Shohih Bukhori Juz 4 hal 437, Juz 8 hal 168 ,baca sendiri aja
3. Musnad ahmad bin Hambal Juz 5 hal 132
4.Ibn Asakir , Tarikh Dimasyq, Juz 2 hal 228
Al-Suyuthi m al-itqon, juz 1 hal 67
5. Al-Amidi Al-Syafii,, Ushul Al-Ahkam, Juz 1 hal 329
6.Shahih Bukhori,Kitab Tafsir juz 3 hal 152
Dan lain-lain masih banyak lagi, Jika anda tidak menemukan itu hanya beda cetakan kitab, renungkanlah [oming mukromin]